
CMI||Lombok Timur , NTB-Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Asrama Kampung Bermi (ASKAB) Pancor Sanggeng berlangsung penuh keakraban dengan menghadirkan alumni lintas generasi. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali merajut silaturahmi dan memperkuat ikatan kekeluargaan antaralumni.
Para alumni dari berbagai angkatan tampak hadir dan berbaur bersama keluarga besar ASKAB. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan selama berada di asrama sekaligus mempererat hubungan yang tetap terjaga meski telah menempuh jalan dan profesi yang berbeda.
Dalam sambutannya, Ketua Alumni ASKAB, Khairudin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mampu mempertemukan alumni lintas generasi.
Menurutnya, alumni tidak hanya memiliki ikatan karena pernah tinggal dan belajar di tempat yang sama, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga silaturahmi dan keberlangsungan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama berada di asrama.
“ASKAB bukan hanya tempat yang pernah kita tinggali, tetapi bagian dari perjalanan hidup yang menyatukan kita. Karena itu, silaturahmi antargenerasi harus terus kita jaga,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengajian Maulid Nabi yang disampaikan oleh Pembina Asrama ASKAB, TGH. M. Azami Muhsin, QH., S.Sos.I.
Dalam pengajiannya, TGH. M. Azami Muhsin mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai kesempatan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperbanyak selawat, serta meneladani akhlak dan perjuangan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diungkapkan secara lisan, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku, akhlak, kepedulian, dan semangat menjaga persaudaraan.
“Maulid bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi bagaimana kita menghadirkan keteladanan beliau dalam kehidupan kita,” pesannya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dengan lantunan selawat dan doa bersama. Kehadiran alumni lintas generasi sekaligus menunjukkan bahwa ikatan ASKAB tetap hidup melampaui batas angkatan dan waktu.
Momentum tersebut diharapkan menjadi awal untuk semakin memperkuat komunikasi dan kolaborasi antaralumni, sekaligus menjaga ASKAB sebagai ruang yang terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.(C
Komentar
Posting Komentar