Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Nakes Lombok Tengah Kecewa, Ketua Komisi Satu DPRD Loteng Tanggapi Aksi Mogok Kerja Lewat Media

Redaksi CMI Rabu, 22 April 2026

 

Fatuhul Aziz,sekjen BANGKIT,DPC Lombok Tengah/dokumen BANGKIT (foto istimewa)

 CMI||Lombok Tengah, NTB- Rasa kecewa mendalam dirasakan oleh seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Lombok Tengah, Pasalnya, pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Komisi satu (1) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah melalui pemberitaan media justru dinilai hanya berfokus pada soal konsekuensi dan ancaman, namun sama sekali tidak menawarkan jalan keluar atau solusi konkret.

 

Yang menjadi sorotan tajam, Ketua komisi satu DPRD menyampaikan pernyataan tersebut lewat berita, tanpa terlebih dahulu mengundang atau duduk bersama secara langsung untuk mendengar keluhan dan duduk masalah yang sebenarnya dialami oleh tenaga kesehatan.

 

"Kami Datang Minta Solusi, Tapi Dijawab Lewat Berita dengan Ancaman," Jelas Fathul Aziz Amd. Kep Sekjen Bangkit Loteng, Rabu (22/04/2026) 


Alih-alih membuka ruang dialog dan komunikasi dua arah, masyarakat dan tenaga kesehatan justru mengetahui sikap resmi pimpinan legislatif ini melalui tayangan berita. 


Dalam pernyataannya tersebut, Ketua komisi satu DPRD Lombok Tengah, dianggap lebih banyak menyoroti apa yang akan terjadi jika aksi mogok kerja tetap dilaksanakan, mulai dari sanksi administrasi, pemotongan hak, hingga peringatan keras lainnya.

 

"Kami sangat kecewa, Kami butuh pemimpin yang berani berdialog tatap muka, bukan sekadar berbicara lewat media, Kami datang bukan untuk ditakut-takuti atau diberi ultimatum lewat berita. Kami butuh solusi nyata bagaimana nasib kesejahteraan kami diperbaiki, bagaimana anggaran dicarikan sesuai Keputusan MenpanRB No. 16 Tahun 2026, dan bagaimana memanfaatkan aturan Mendagri agar nasib kami terbantu," tegasnya.  


Mereka menilai, cara komunikasi seperti ini menunjukkan ketidakpedulian dan seolah-olah wakil rakyat enggan mendengar langsung jeritan hati rakyat yang selama ini menanggung beban hidup yang berat.

 

"Bicara Konsekuensi Itu Mudah, Tapi Solusi Itu Sulit" Ungkapnya lebih lanjut.

 

Ia menegaskan, mereka bukanlah pihak yang menolak aturan atau ingin membuat kerusuhan, Namun, ketika hak dasar terus diinjak dan ketika mereka berani bersuara justru dijawab dengan narasi ancaman lewat pemberitaan, hal ini dianggap sangat menyakitkan.

 

"Kalau hanya bicara soal konsekuensi lewat berita, orang biasa pun bisa, tapi sebagai Ketua komisi satu, seharusnya Anda turun tangan, undang kami, dan cari jalan keluar. Jangan hanya berani bilang 'nanti ada sanksinya' di media, tapi di dunia nyata tidak mau bertemu untuk mendengar kesulitan kami," Tambahnya .


Kekecewaan ini semakin mempertegas tekad mereka untuk tidak mundur selangkah pun, Mereka menilai bahwa cara pandang yang hanya melihat sisi hukuman tanpa melihat akar masalah justru akan memperpanjang konflik dan membuat situasi semakin tidak terkendali.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada jadwal pertemuan resmi yang disampaikan oleh pihak DPRD untuk membahas solusi. Para tenaga kesehatan berharap agar wakil rakyat mereka segera sadar, mau turun ke lapangan, dan berhenti sebatas bicara lewat media, melainkan segera bekerja mencari solusi nyata. (CMI)

Tutup komentar

Komentar

ads-before

========== kode iklan ==========

ads-inline/3

========== kode iklan ==========

ads-after

Baca Juga

3/random/4/baca-juga