Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

IAIH Pancor Tancap Gas Sambut OBE 2026, Alumni Beri Pujian

Redaksi CMI Rabu, 09 September 2026

Mengupload: 4194304 dari 13076392 byte diupload.




CMI||Lombok Timur, NTB-Kiprah alumni Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor yang kini berkarier di perguruan tinggi menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan peningkatan kapasitas akademik dosen IAIH Pancor. Dr. Muhammad Haramain, alumni IAIH Pancor yang kini menjadi dosen di IAIN Parepare, Sulawesi Selatan, memberikan apresiasi atas keseriusan almamaternya dalam mempersiapkan implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).


Apresiasi tersebut disampaikan Dr. Haramain saat menjadi narasumber dalam pelatihan penyusunan bahan ajar dan modul ajar berbasis OBE yang digelar IAIH Pancor pada Rabu (9/9). Menurutnya, langkah sistematis yang dilakukan IAIH Pancor menunjukkan kesungguhan kampus dalam melakukan transformasi pendidikan tinggi.


“IAIH Pancor termasuk salah satu PTKIS yang saya lihat paling nyata dan sistematis dalam mengadopsi sistem OBE. Ini menunjukkan adanya keseriusan dalam mempersiapkan proses pembelajaran yang berorientasi pada capaian lulusan,” ujarnya.


Ia menilai, antusiasme para dosen dalam mengikuti pelatihan menjadi modal penting bagi keberhasilan penerapan OBE. Para dosen tidak hanya dituntut memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam penyusunan bahan ajar, proses pembelajaran, hingga sistem penilaian.


“Semangat para dosen ini menjadi modal penting agar implementasi OBE di IAIH Pancor dapat berjalan dengan mudah dan lancar,” imbuhnya.


Pelatihan tersebut secara khusus dirancang untuk membekali dosen dalam menyusun bahan ajar dan modul ajar yang terukur serta selaras dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Kurikulum OBE sendiri akan mulai diberlakukan bagi mahasiswa baru IAIH Pancor angkatan 2026.


Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan implementasi OBE yang telah disusun secara bertahap.


“Kegiatan ini sangat penting karena memberikan pemahaman sekaligus skill kepada dosen untuk menyusun bahan ajar atau modul ajar. Modul-modul ini sangat diperlukan untuk implementasi kurikulum OBE di kalangan mahasiswa IAIH Pancor, khususnya angkatan 2026,” ungkapnya.


Ia menjelaskan, IAIH Pancor sebelumnya telah melaksanakan sejumlah tahapan persiapan, mulai dari workshop kurikulum OBE, pelatihan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga pembekalan mengenai metode perkuliahan dan sistem penilaian berbasis OBE.


“Pelatihan penyusunan modul ajar ini menjadi salah satu tahapan krusial agar proses pembelajaran berjalan sesuai kerangka OBE,” tambahnya.


Implementasi OBE di IAIH Pancor diharapkan tidak berhenti pada perubahan dokumen kurikulum, tetapi benar-benar tercermin dalam proses pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan zaman.


Sebagai alumni yang kini mengabdi di perguruan tinggi lain, kehadiran Dr. Muhammad Haramain juga menjadi gambaran bahwa proses pendidikan di IAIH Pancor terus melahirkan insan akademik yang mampu berkiprah dan berkontribusi di berbagai perguruan tinggi.


Dengan persiapan yang terstruktur dan dukungan penuh sivitas akademika, IAIH Pancor optimistis penerapan kurikulum OBE bagi mahasiswa baru angkatan 2026 dapat berjalan efektif, terukur, dan sesuai standar pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.(CMI)

Tutup komentar

Komentar

ads-before

========== kode iklan ==========

ads-inline/3

========== kode iklan ==========

ads-after

Baca Juga

3/random/4/baca-juga