Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

352 Siswa di Lombok Tengah Dapat Penanganan Medis diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG

Redaksi CMI Sabtu, 12 September 2026

 


CMI||Lombok Tengah,NTB— Sebanyak 352 siswa dari lima sekolah di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mendapat penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, di antaranya mual dan sakit perut'. Mereka kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.


Lima sekolah yang terdampak berada di Kecamatan Batukliang, yakni SDN Beber, SDN Repok Puyung, SDN 2 Lendang Tampel, MTs Qudwatun Hasanah, dan SDN Mertak Kesambik.


Berdasarkan data penanganan, sebanyak 124 siswa mendapat penanganan di Puskesmas Aik Darek, 144 siswa di Puskesmas Pringgerata, 67 siswa di Puskesmas Mantang, serta 17 siswa lainnya di Puskesmas Bagu.


Hampir seluruh siswa yang sempat mendapatkan penanganan medis tersebut kini telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah kondisi mereka dinyatakan membaik.


Satgas Program MBG Lombok Tengah, Lalu Rinjani, mengatakan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi, khususnya terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Kedul di Desa Mekar Bersatu, Lombok Tengah.


> “Dengan temuan ini, kami akan melakukan evaluasi terhadap dapur SPPG Gunung Kedul,” ujar Lalu Rinjani.


Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah telah mengambil sampel menu MBG yang dikonsumsi para siswa untuk selanjutnya diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna membantu memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa.


Terkait kemungkinan pemberian sanksi terhadap dapur SPPG yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, Lalu Rinjani menyatakan pihaknya masih menunggu hasil evaluasi dan keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN).


Menurutnya, keputusan terkait kemungkinan penghentian sementara operasional dapur maupun bentuk sanksi lainnya belum dapat ditentukan sebelum adanya hasil pemeriksaan dan evaluasi dari pihak berwenang.


> “Untuk sanksi, kami masih menunggu keputusan dari BGN,” katanya.


Saat ini, pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa. Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi salah satu bahan penting dalam menentukan langkah selanjutnya sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.


Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan memastikan setiap makanan yang disalurkan melalui program MBG memenuhi standar keamanan dan kualitas, sehingga tujuan pemenuhan gizi bagi peserta didik tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan siswa.(CMI/AZ)

Tutup komentar

Komentar

ads-before

========== kode iklan ==========

ads-inline/3

========== kode iklan ==========

ads-after

Baca Juga

3/random/4/baca-juga