Sebanyak 240 mahasiswa Institut Pendidikan Nusantara Global (IPNG) mengikuti Yudisium V yang digelar pada 5 September 2026 di Kampus II Lombok Tengah. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk merefleksikan perjalanan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tahapan pendidikan dan dunia profesional berikutnya.
Dalam sambutannya, Rektor IPNG Dr. A. Talib, MA, PhD menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum untuk meneguhkan tanggung jawab mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh.
“Yudisium bukan sekadar acara seremonial. Di balik capaian ini terdapat proses panjang, perjuangan, kedisiplinan, dan berbagai tantangan yang telah kalian lalui,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan akademik bukanlah akhir dari proses belajar. Justru setelah melewati satu tahapan pendidikan, mahasiswa akan menghadapi tantangan yang lebih besar sehingga dituntut untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, serta memiliki kemampuan beradaptasi.
Ia berpesan agar mahasiswa IPNG tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, etika, dan kepedulian sosial.
“Ilmu yang kalian peroleh di bangku kuliah harus mampu diterjemahkan menjadi karya, pengabdian, dan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mahasiswa selama proses akademik. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada orang tua dan keluarga yang terus memberikan doa serta dukungan.
Kepada 240 mahasiswa peserta yudisium, Rektor berpesan agar capaian tersebut menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.
“Jadikan momentum ini sebagai titik untuk melangkah lebih jauh, bukan titik untuk berhenti. Bawalah nama baik almamater, jagalah integritas, teruslah belajar, dan jadilah insan yang kehadirannya memberikan manfaat,” tegasnya.
Yudisium tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen IPNG dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi insan yang memiliki kompetensi keilmuan sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Pendidikan yang sesungguhnya bukan hanya tentang seberapa tinggi gelar yang kita raih, tetapi seberapa besar ilmu yang kita miliki mampu memberi arti bagi kehidupan,” pungkasnya.(CMI)

Komentar
Posting Komentar