CMI||Lombok Timur, NTB- Kabar membanggakan datang dari SDN 2 Korleko dan SMPN 1 Labuhan Haji,lolos mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) adalah perkemahan besar pertemuan Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia, perkemahan ini akan di ikuti oleh dua orang perwakilan dari masing-masing kecamatan.
Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (UPT Dikbud) Kecamatan Labuhan Haji Melepas 2 peserta Jambore Nasional, Yakni Annisa,penggalang putri (SDN 2 Korleko) dan M. Khairur Rizqi,penggalang putra (SMPN 1 Labuhan Haji), kwaran Labuhan Haji,Sabtu (08/08/2026).
Kepala Unit (Kanit) UPT Dikbud Labuhan Haji Rosydi mengungkapkan rasa terimakasih kepada semua yang hadir, karena telah memberikan dukungan kepada peserta jambore.
"Terimakasih yg sebesar -besarnya atas kepedulian kita, mendukung adik-adik kita, dan ke depan mari kita bersama-sama mendukung segala kegiatan-kegiatan yang positif, seperti Pramuka," jelasnya.
Menurutnya, Pramuka adalah kegiatan kepanduan Induk ekstrakulikuler dari segala kegiatan, hal ini bisa di lihat dari yang tertuang dalam Dasa Dharma Pramuka 1-10.
"Saya pribadi menganggap Pramuka ini adalah induk dari semua kegiatan, karena mencakup, olahraga dan lain-lain, terutama masalah kedisiplinan," ungkapnya.
"Di dalam pramuka ini pelatihan nya sangat luar biasa, bisa kita lihat dari Dasa Dharma Pramuka yang pertama, dimana ketaqwaan kepada tuhan, dan juga Dasa Dharma yang ke 10, bagaimana memiliki pikiran yang suci dan perkataan yang benar dan juga selalu positif," Lanjutnya.
Ia berharap, para peserta jambore untuk menyerap semua ilmu dan bisa menularkan kepada kwaran Labuhan Haji.
" Harapan kami, apa yang mereka dapatkan disana akan mengimbaskanya kembali di kwaran Labuhan Haji, sehingga ke depannya Pramuka makin jaya," Tutupnya.
Buljidi, Ketua Kwaran Kecamatan Labuhan Haji, mengungkapkan bahwa ini kali ke dua, Kwaran Labuhan Haji mengikuti jambore Nasional.
" Ini ke dua kali kami mengirimkan peserta jambore nasional," Ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan salah satu kriteria untuk bisa lolos jambore, yakni memiliki kriteria SKESOSIF.
" SKESOSIF(Spiritual,Karakter, Emosional, Sosial, Intelektual, Fisik,), dan disana inilah yang akan di perdalam," ungkapnya.
"Jadi saat pertemuan anak-anak se Indonesia, disana mereka pergi belajar untuk memantapkan bagaimana spiritualnya, bagaimana karakter nya, intelektual nya, bagaimana sosialnya, disitu dia belajar lagi dalam kebersamaan, dia belajar kebersamaan dalam perbedaan," Lanjutnya.
"Kita harapkan dari adik-adik kita yang berangkat mengikuti jambore nasional ini, sepulangnya itu, harus bisa menularkan pengetahuan apa saja yang di dapatkan selama mengikuti jambore nasional," Tutupnya.
Annisa, peserta Jambore Perwakilan Kwaran Labuhan Haji, mengaku sangat senang dan bangga bisa menjadi perwakilan NTB di Jambore Nasional.
" Merasa senang, bisa membawa nama baik sekolah, nama baik kwaran, dan nama baik NTB, untuk mewakili NTB dengan jambore nasional se Indonesia dari sabang sampai Merauke, dan merasa bangga kepada diri sendiri karena bisa terpilih jadi peserta jambore nasional tahun 2026," Ungkapnya .
" Harapan saya semoga pengalaman yang kita dapat bisa kita tularkan ke adik-adik yang akan kita latih dan perjuangkan lagi untuk mengikuti jambore nasional ke tahun berikutnya," Tutupnya.(CMI)

Komentar
Posting Komentar