Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

LUAZ Foundation Gelar Pelatihan Menulis Cerpen, Hadirkan Bunda Literasi NTB dan Lombok Tengah

Redaksi CMI Senin, 10 Agustus 2026


CMI||Lombok Tengah, NTB- Literasi Ulul Azmi (LUAZ) Foundation menggelar kegiatan Pelatihan dan Praktik Menulis Cerpen bagi Pelajar, sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi, berpikir kritis, dan kreativitas generasi muda di Kabupaten Lombok Tengah.


Kegiatan yang diikuti oleh puluhan Pelajar tingkat SMP dan SMA ini berlangsung di Sekretariat Literasi Ulul Azmi (LUAZ) Foundation), Desa Penujak, Minggu (9/8/2026).


Kegiatan ini mengangkat tema "Menghidupkan Cerita, Menghidupkan Cinta Baca" bersama penulis buku,  Olga Mis Soransa, S.Si. dan juga menghadirkan Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, dan Bunda Literasi Kabupaten Lombok Tengah, Nurul Aini Pathul Bahri, serta perwakilan Balai Bahasa Provinsi NTB, Toni Syamsul Hidayat.


Kehadiran para pegiat literasi tersebut memberikan motivasi sekaligus penguatan terhadap pentingnya budaya membaca dan menulis di kalangan generasi muda.


Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, dalam kesempatan tersebut mengajak para pelajar untuk membangun kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan literasi, khususnya menulis.


Menurutnya, menulis bukan sekadar menghasilkan sebuah karya, tetapi juga menjadi sarana bagi pelajar untuk memahami persoalan, menyusun gagasan, sekaligus menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.


Ia juga mengingatkan para pelajar agar bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, tulisan maupun konten yang dipublikasikan di ruang digital dapat menjadi bagian dari rekam jejak seseorang dalam jangka panjang.


 “Kita berharap adik-adik ini memiliki kemampuan untuk memahami dan berpikir secara kritis, salah satunya dengan menulis. Sisi positifnya, apa pun yang kalian tulis akan terus bertahan. Namun sisi negatifnya, kalau kalian menulis hal yang tidak baik, itu juga akan bertahan abadi di dunia digital,” papar Sinta M. Iqbal.


Ia menambahkan, rekam jejak digital bahkan dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan ketika seseorang memasuki dunia kerja.


Karena itu, para pelajar didorong untuk membangun kebiasaan membaca, mencatat, mengolah informasi, dan menuangkannya dalam bentuk gagasan maupun karya yang positif.


“Jadi, berhati-hatilah betul dengan apa yang kalian tulis,” pesannya.


Ketua Panitia kegiatan, Lalu Ahyat menyampaikan, pelatihan tersebut dilatarbelakangi keprihatinan terhadap kebiasaan sebagian generasi muda yang saat ini lebih banyak membuat konten singkat di media sosial dibandingkan menghasilkan karya tulis.


Menurutnya, kemampuan menulis tetap memiliki posisi penting di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).


“Menulis itu sangat penting pada saat ini. Mungkin sudah ada AI, tapi AI belum mampu untuk menghadirkan emosi dan perasaan di dalam sebuah karya. Keterampilan itu hanya bisa dilakukan oleh manusia dan harus dimiliki,” ujarnya.


Melalui kegiatan tersebut, LUAZ Foundation ingin memberikan ruang kepada pelajar untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang lahir dari pemikiran, pengalaman, kreativitas, dan kepekaan mereka terhadap lingkungan sekitar.


Perwakilan Balai Bahasa Provinsi NTB, Toni Syamsul Hidayat, mengatakan peningkatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, hingga masyarakat.


Menurutnya, penguatan literasi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai intervensi pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.


Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Lombok Tengah, Nurul Aini Pathul Bahri, menyampaikan bahwa penguatan literasi tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga perlu dilakukan melalui peningkatan kapasitas para pengelola perpustakaan.


“Terkait perpustakaan kami akui masih kurang. Oleh karena itu, dalam waktu dekat ada program pelatihan pustakawan bagi teman-teman guru di sekolah maupun perpustakaan desa,” jelasnya.


Selain itu, pihaknya juga menyiapkan program lomba bercerita antara orang tua dan anak tingkat TK yang akan dirangkaikan dengan permainan tradisional.


Kegiatan yang digelar LUAZ Foundation tersebut tidak hanya melibatkan pelajar. Sebanyak 25 penggiat media sosial komunitas literasi dan 25 guru PAUD turut ambil bagian dalam kegiatan, khususnya melalui praktik membaca nyaring atau read aloud.


Tokoh masyarakat Desa Penujak juga turut dilibatkan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem literasi berbasis masyarakat.


Melalui pelatihan dan praktik menulis cerpen ini, LUAZ Foundation berharap lahir generasi muda Lombok Tengah yang tidak hanya aktif menggunakan teknologi dan media sosial, tetapi juga mampu membaca secara kritis, berpikir secara mendalam, serta menghasilkan karya yang memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen LUAZ Foundation dalam mendorong gerakan literasi yang kreatif, kolaboratif, dan berkelanjutan di Lombok Tengah dan Provinsi NTB. (CMI/Zulkarim)

Tutup komentar

Komentar

ads-before

========== kode iklan ==========

ads-inline/3

========== kode iklan ==========

ads-after

Baca Juga

3/random/4/baca-juga