Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Kagum! Meski Hari Minggu Wakil Bupati Lombok Timur Tetap Belusukan Temui Masyarakat

Redaksi CMI Minggu, 10 Mei 2026

 

Kolase foto saat Wakil Bupati Lombok Timur,H.Edwin Hadiwijaya menemui Masyarakat Desa Batunampar Selatan,duduk bersila larut tanpa sekat penuh kesederhanaan di bibir pantai (dok.CMI)


CMI||Lombok Timur, NTB-Hari Minggu umumnya menjadi hari berkumpul bersama keluarga, bertamasya ketempat-tempat wisata, waktu beristirahat dirumah dengan tenang, namun hal itu tak berlaku bagi Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim),H.Edwin Hadiwijaya.


Wakil Bupati Lombok Timur H. Edwin Hadiwijaya, terpantau pada hari minggu (10/05/26), berkeliling menemui masyarakat.


Wabup Edwin menegaskan, bahwa menurutnya masyarakat adalah prioritas utama, meski di hari libur sekalipun.


"Masyarakat harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah walau hari minggu sekalipun,"ucap Edwin.


Hal ini Ia buktikan, ketika mengunjungi Desa Batu Nampar Selatan, setelah mendapat laporan ada kelompok Nelayan yang diduga menjadi korban penipuan, dengan modus dijanjikan bantuan berupa sampan (perahu mini), beserta mesin penggerak, alat-alat tangkap nelayan bahkan sampai bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang mengakibatkan melompok Nelayan rugi puluhan juta bahkan sampai ratusan juta rupiah.


Meskipun Ia saat itu sedang berada di Desa Sekaroh, begitu ada warga yang melaporkan Ia langsung respon cepat (quick respon) untuk menemui Nelayan di Desa Batu Nampar selatan.


"Saya tadi berada di Sekaroh, tapi begitu mendapat laporan dari masyarakat,saya langsung bergegas menuju Batunampar ,"Tutur Edwin Hadiwijaya.


Di Batunampar, Edwin duduk bersila di bibir pantai Batunampar berbaur tanpa sekat dengan warga, bukan seperti pejabat pada umumnya yang disambut meriah dan duduk ditempat mewah.Edwin malah hanya beralaskan terpal dan tikar seadanya.


Wakil Bupati, terlihat beberapa kali menarik nafas panjang menunduk  kesedihan diraut wajahnya tak terelakkan mendengar cerita dari kelompok nelayan yang beranggotan 72 orang, yang di iming-imingi bantuan namun yang terjadi malah menjadi korban penipuan.


Mak Lek,seorang nelayan dan pedagang bakulan keliling yang merupakan ketua kelompok nelayan yang beranggotakan 72 nampak terbata-bata dengan nada lirih menuturkan kejadian tersebut kepada Wakil Bupati, yang tepat berada disampingnya mulai dari sejak dikenalkan dengan oknum tersebut, membuat kelompok nelayan bahkan secara pribadi Mak Lek, mengalami kerugian hingga lima puluhan juta rupiah.


"Awalnya saya dikenalkan oleh pak sam, kemudian dipertemukanlah kami dengan yang bersangkutan, dengan di iming-imingi bantuan, namun sebelum bantuan-bantuan tersebut dicairkan setiap orang harus membayar biaya pendaftaran sebayak seratus lima puluh ribu rupiah, bahkan bukan hanya itu sang oknum juga melakukan modus pinjam uang puluhan juta kepada beberapa orang anggota kelompok,"Tutur Mak Lek.


Setelah mendengarkan cerita, keluh kesah dan harapan-harapan Masyarakat, Wakil Bupati Lotim, H. Edwin Hadiwijaya, berjanji akan mencarikan solusi atas apa yang menimpa kelompok nelayan di Batunampar, Ia akan berkoordonasi dengan pihak-pihak terkait, baik dengan dinas kelautan dan perikanan, dinas perumahan dan pemukiman (perkim) maupun perbankan, guna diberikan bantuan modal usaha dalam bentuk pinjaman tanpa bunga dengan sistem bunganya dibayarkan oleh pemerintah daerah Lombok Timur.


" Pemerintah Daerah akan mengupayakan semaksimal mungkin supaya bisa membantu kesulitan dan meningkatkan perekonomian warga Batunampar, Pemerintah akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait ",tutup Edwin.

Tutup komentar

Komentar

ads-before

========== kode iklan ==========

ads-inline/3

========== kode iklan ==========

ads-after

Baca Juga

3/random/4/baca-juga