CMI||Lombok Timur,NTB-Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus memperkuat komitmennya dalam memperhatikan nasib para pejuang pendidikan di lingkungan Swasta Lotim.
Dimana BAZNAS telah menyerahkan data guru swasta kepada BPJS Ketenagakerjaan.Hal ini sama dengan sebelumnya ribuan guru honorer juga telah dapatkan akses BPJS kesehatan.
Hal ini dikatakan Ketua BAZNAS Lotim,HM.Kamli,Selasa (7/4) menegaskan pihaknya bekerjasama dengan BPJS ketenagakerjaan untuk membantu guru swasta mendapatkan akses BPJS ketenagakerjaan.
Maka data yang diserahkan merupakan hasil kurasi dan verifikasi faktual yang dilakukan oleh tim BAZNAS untuk memastikan bahwa bantuan premi atau kepesertaan tepat sasaran.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah memberikan payung hukum dan perlindungan finansial bagi para guru yang selama ini memiliki batasan akses terhadap jaminan sosial mandiri. Dengan penyerahan data ini, usulan calon penerima manfaat kini memasuki tahapan sistem integrasi yang lebih formal.
" Langkah ini juga menjadi bentuk nyata pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS untuk sektor produktif dan protektif," terangnya
Selain itu,lanjutnya tak hanya memberikan bantuan konsumtif sekali bayar, akan tapi BAZNAS memilih untuk berinvestasi pada ketenangan jiwa para guru melalui iuran jaminan sosial.
Hal ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi kerja para pendidik karena kini terlindungi dari berbagai risiko yang mungkin terjadi saat menjalankan tugas profesinya.
" Pihak BPJS Ketenagakerjaan menyambut baik inisiatif proaktif dari BAZNAS Lombok Timur dalam menyodorkan data yang akurat dan terstruktur," tambahnya.
Kamli menambahkan BAZNAS Lotim berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga seluruh guru yang terdaftar benar-benar merasakan manfaat nyata dari program tersebut.
" Inisiatif ini bukan sekedar penyerahan dokumen di atas meja, melainkan simbol hadirnya kepedulian bagi guru swasta yang telah mengabdi demi masa depan bangsa," tandasnya.(CMI)

Komentar
Posting Komentar