Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Datangi Dikes Ratusan PPPK PW Organisasi Profesi Nakes Loteng, Ancam Mogok Kerja

Redaksi CMI Rabu, 15 April 2026

 

Foto:Mamang Bagiansyah (kiri/kaca mata),Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Lombok Tengah,Sumarni (kanan) ketua organisasi profesi (OP) Nakes Lombok Tengah,saat berdialog di loby kantor Dikes Lombok Tengah.

CMI||Lombok Tengah, NTB- Ratusan Nakes PPPK Paruh Waktu dari 29 puskesmas dan rumah sakit yang tergabung dalam Organisasi Profesi Nakes Lombok Tengah mendatangi kantor Dinas Kesehatan Lombok Tengah (Loteng) untuk mempertanyakan kejelasan terkait kelanjutan kontrak yang akan segera berakhir dan terkait gaji yang tertera di surat kontrak senilai dua ratus ribu rupiah.


Para Nakes mengaggap bahwa gaji yang tertera di surat kontrak tidak sesuai dengan beban kerja, bahkan gaji nakes lebih rendah dari tukang sapu dan sopir.


Sumarni Ketua forum organisasi profesi Nakes Loteng, memaparkan bahwa gaji Nakes kalah dengan CS dan Sopir.


"CS sama temen -teman tekhnis gajinya itu 500 ribu hanya kita yang nakes yang gajinya 200.000 yang tertera di surat perjanjian kerja," jelasnya rabu, (15/04/2026).


"Itu yang menjadi tuntutan kami, kami ke dinas kesehatan mencari solusi, bagaimana kami yang sudah mengeluarkan biaya yang mahal untuk kuliah, tapi hanya mendapatkan dua ratus ribu rupiah.sangat tidak manusiawi" Lanjutnya.


Ia juga menyampaikan, langkah selanjutnya akan berdiskusi kembali dengan masing-masing koordinator organisasi profesi Nakes, yang ada di Puskesmas, maupun Rumah sakit, guna membahas dan menyepakati poin-poin yang akan dibawa menemui Bupati dan DPRD Lombok Tengah.


"Kita juga akan mengajukan hearing ke Bupati dan DPRD, dan jika masih tidak ada solusi atau jawaban yang memuaskan kami akan lakukan mogok kerja," Ancamnya.



Mamang Bagiansah, Selaku Kepala dinas kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, menegaskan, bahwa akan memperjuangkan apa yang disuarakan oleh para nakes.


"Intinya apa yang sudah terjadi hari ini, dilatarbelakangi oleh cerita-cerita yang tidak benar nanti ke depan kita akan terus perjuangkan," jelasnya di depan para nakes.


Barisan Pejuang Kesejahteraan Instansi Kesehatan (BANGKIT) Lombok Timur (Lotim) ikut mengawal, untuk mendampingi para Nakes untuk menyuarakan tuntutan.dikarenakan organisasi profesi nakes Lombok Tengah bergabung juga menjadi anggota BANGKIT.


Lalu Satria Wijaya, selaku anggota BANGKIT menyampaikan untuk siap membantu, apapun keluahan dari para PPPK Paruh Waktu yang ada di Lombok Tengah. 


" Kami dari bangkit siap membantu teman-teman, " jelasnya.(CMI/red*)

Tutup komentar

Komentar

ads-before

========== kode iklan ==========

ads-inline/3

========== kode iklan ==========

ads-after

Baca Juga

3/random/4/baca-juga