CMI||Lombok Timur, NTB- Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin menyerahkan 87 sertifikat lintas sektor (lintor) hasil kolaborasi antara dinas perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta ATR/BPN Lombok Timur, di Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru, Kamis (12/02/2026).
Dalam sambutannya, Bupati H.Haerul Warisin memperingatkan supaya tidak ada oknum yang bermain untuk meminta pembayaran, Ia menegaskan bahwa tidak ada pembayaran baik uang materai dan lain-lain.
"Saya ingatkan, kepada seluruh yang menerima sertifikat, tidak ada uang materai, tidak ada uang tanda tangan, tidak ada uang apa pun, jadi semuanya gratis" Jelas Bupati H. Haerul Warisin.
Oleh karena itu, Bupati H.Haerul Warisin meminta untuk sama-sama menjaga, kondusivitas di areal kampung nelayan merah putih dan koperasi nelayan yang akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
"Saya minta dukungan yang sekuat-kuatnya, sebesar -besarnya, dari masyarakat Ekas, dukungan keamanan atas adanya kampung nelayan merah putih, sekaligus akan menjadi koperasi nelayan merah putih. Tidak boleh dikotori, tidak boleh beralasan apapun, kalaupun menemukan paku disitu amankan dan berikan kepada penjaga, ini artinya kita amanah untuk nama baik keluarga besar kita yang ada di Ekas," Pesannya kepada Masyarakat Ekas.
I Komang Suarta Kepal Kantor ATR/BPN Lombok Timur, menyampaikan permohonan maaf atas proses yang panjang, hingga akhirnya bisa di selesaikan dan dibagikan pada hari ini.
"Syukur sore hari ini 87 sertifikat bisa kita bagikan semuanya. Ini adalah program strategis nasional untuk memberikan kepastian hukum hak atas tanah, khususnya bagi masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan," ujar Suarta.
Ia menambahkan bahwa program legalisasi aset ini tidak hanya berhenti di Ekas, tetapi juga akan menyasar daerah pesisir lainnya di Lombok Timur melalui forum Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) guna menyelesaikan konflik pertanahan yang ada.
"Penyerahan sertifikat ini kami berharap tidak hanya memberikan ketenangan batin bagi warga atas kepemilikan lahan, tetapi juga menjadi modal akses perbankan yang sehat untuk meningkatkan taraf hidup nelayan di Lombok Timur," tutupnya. (R/CMI)

Komentar
Posting Komentar