![]() |
Foto istimewa/tim media SMKN 1 Jerowaru. Suasa saat kegiatan pemeriksaan kesehatan siswa/siswi oleh tim medis Puskesmas Sukaraja |
CMI||Lombok Timur, NTB-SMKN 1 Jerowaru menggelar kegiatan Pemeriksaan Kesehatan (RIKES) bagi seluruh peserta didik baru Tahun Pelajaran 2025/2026, hal ini di lakukan, untuk mentracher dan membangun budaya sehat sejak dini guna mendukung proses pembelajaran yang optimal.Karena didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Untuk Pemeriksaan kesehatan ini, SMKN 1 Jerowaru tidak tanggung -tanggung bekerjasama langsung dengan Puskesmas Sukaraja, Senin(28/07/2025).
Adapun jumlah siswa dan siswi yang dijadwalkan untuk pemeriksaan hari pertama dan kedua, yakni 280 orang siswa, yang berasal dari 9 rombel atau kelas X, 4 kelas Perhotelan, 1 kelas Kuliner, 1 kelas ULW dan 3 kelas Teknik Grafika.
Adapun jenis Pemeriksaan yang di lakukan, yakni: pengukuran kadar Hemoglobin (HB), golongan darah, screening penyakit menular seperti TBC, deteksi dini risiko penyakit jantung, pengukuran tekanan darah, pengecekan kondisi mata (visus), hingga riwayat kesehatan keluarga dan pemeriksaan kejiwaan ringan.
Kepala SMKN 1 Jerowaru Azany MM menyambut baik kerja sama ini dan menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan tanpa memungut biaya sedikit pun dari siswa maupun wali murid.
Biaya kegiatan ini sepenuhnya ditanggung oleh pihak sekolah sebagai bentuk komitmen dalam memberikan layanan pendidikan dan kesehatan yang merata bagi seluruh siswa.
“Mulai tahun ini, alhamdulillah kami sudah bisa mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis berkat kerja sama dengan Puskesmas Sukaraja. Ini adalah bentuk perhatian kami tidak hanya terhadap aspek pendidikan, tetapi juga kesehatan anak-anak kami," Tuturnya.
Ia berharap program ini bisa berkelanjutan, dan tidak hanya untuk murid baru tapi semua jenjang kelas.
"Mudah-mudahan ini menjadi program berkelanjutan, tidak hanya untuk kelas X, tetapi juga kelas XI dan XII. Harapannya, anak-anak kami tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat secara jasmani dan rohani,” Lanjutnya.
Kepala Puskesmas Sukaraja, Muksan Efendi, S.Kep, MM, mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu upaya penting dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan siap belajar.
“Alhamdulillah, kerja sama ini adalah terobosan luar biasa yang patut diapresiasi. Kami tidak hanya melakukan pemeriksaan laboratorium seperti HB dan golongan darah, tetapi juga screening penyakit menular dan risiko-risiko kesehatan yang bisa memengaruhi proses belajar siswa," Jelasnya.
Ia berharap, pemeriksaan ini tidak hanya menyasar kepada Siswa didik baru, agar semua siswa juga bisa mendapatkan pemeriksaan, dan bisa melakukan pencegahan sebelum penyakit berkembang lebih serius.
"Harapannya, program ini bisa menyasar semua jenjang kelas, sehingga semua anak-anak kita mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh dan bisa melakukan langkah pencegahan sebelum penyakit berkembang lebih serius,” tuturnya.
Dr. Anggra Bimantoro selaku Dokter yang bertugas untuk pemeriksaan, menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap masalah kesehatan ringan hingga serius pada remaja usia sekolah.
Ia menyebutkan bahwa sebagian besar siswa yang diperiksa menunjukkan gejala anemia ringan, yang umum terjadi pada remaja karena pola hidup yang tidak teratur.
“Banyak siswa yang kadar hemoglobinnya rendah. Ini bisa jadi akibat pola makan yang kurang bergizi, kebiasaan tidur larut malam, dan kurang aktivitas fisik. Kami juga melakukan pemeriksaan mata dan kesehatan mental, karena ini berpengaruh langsung pada konsentrasi dan semangat belajar siswa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peran guru sebagai “orang tua kedua” di sekolah sangat penting dalam mengenali dan mengarahkan siswa untuk menjaga kesehatannya.
“Sekarang itu banyak remaja yang diam-diam mengalami stres atau depresi ringan. Oleh karena itu, guru harus tahu apa saja risiko kesehatan yang mungkin dimiliki anak-anak ini, supaya bisa diberikan perhatian lebih sejak dini,” tambahnya.
Pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian dari strategi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman.
Dengan mengetahui kondisi kesehatan masing-masing siswa, sekolah dapat mengambil langkah lanjutan seperti rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan jika ditemukan gejala tertentu.
Program ini juga disambut baik oleh para siswa dan orang tua, selain merasa diperhatikan, mereka juga bersyukur karena mendapat akses layanan kesehatan tanpa biaya, yang biasanya cukup mahal bila dilakukan mandiri.
Pihak sekolah berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan dan dapat menjangkau seluruh siswa dari semua tingkat kelas. Dengan tubuh yang sehat dan mental yang kuat, siswa diharapkan mampu mengikuti kegiatan belajar dengan optimal dan berprestasi sesuai potensi masing-masing.(CMI)
Komentar
Posting Komentar