Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Sinergi PT Inovasi Naga Laut Biru dan Yayasan Darul Yatama Walmasakin Perkuat Pertanian Berbasis Santri dengan slogan "Santri Tani"

Redaksi CMI Selasa, 03 Maret 2026

 

CMI||Lombok Timur, NTB-Upaya membangun kemandirian umat melalui sektor pertanian kembali menemukan momentumnya. PT. Inovasi Naga Laut Biru secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Darul Yatama Walmasakin dalam sebuah kegiatan yang sarat nilai spiritual, edukatif, dan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren.


Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana teduh dan penuh keberkahan. Lantunan kalam Ilahi membuka rangkaian acara dengan nuansa spiritual yang mendalam, menegaskan bahwa setiap langkah pembangunan termasuk di sektor pertanian harus berpijak pada nilai-nilai agama dan tanggung jawab moral sebagai khalifah di muka bumi.


Acara ini dihadiri para tokoh agama,tokoh masyarakat,petani,Gapoktan,jamaah,wali santri serta beberapa kepala Desa,kepala wilayah dari Lombok Tengah,Lombok Timur dan struktural pimpinan yayasan, di antaranya TGH. Badarul Islam Sibawaihi dan Guru Hasanudin Abdul Mukib selaku pembina yayasan, serta Multazam Marjak sebagai Ketua Yayasan. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi simbol kuatnya komitmen membangun sinergi antara pesantren dan sektor pertanian sebagai fondasi kemandirian umat.


Dalam sambutannya, Multazam Marjak selaku ketua Yayasan, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu program unggulan pemberdayaan. Mengingat mayoritas masyarakat di sekitar pesantren berprofesi sebagai petani, penguatan kapasitas dan inovasi di bidang ini dinilai sebagai ikhtiar konkret membangun kedaulatan ekonomi dari akar rumput,menuju kemandirian pangan


“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Pertanian adalah jalan nyata untuk membangun kemandirian,” ungkap Multazam Marjak selaku ketua yayasan, Senin (02/03/2026).


Dalam ceramah agama yang disampaikan Ustadz Makmun mempertegas arah kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya menjaga amanah sebagai khalifah fil ardh pemelihara bumi. 


Menurutnya, bertani bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari ibadah dan tanggung jawab menjaga keseimbangan alam.


“Tanah yang kita rawat adalah titipan. Ketika kita memperlakukannya dengan ilmu dan iman, maka hasilnya bukan hanya panen yang melimpah, tetapi juga keberkahan,” tuturnya.


Sesi edukasi dari PT.Inovasi Naga Laut Biru menyoroti filosofi mendasar dalam pertanian. Disampaikan bahwa keberhasilan tanam tidak hanya ditentukan oleh kualitas benih, tetapi yang utama oleh kesehatan tanah sebagai fondasi kehidupan.


Ragil Nugroho, Kepala Riset dan Development perusahaan, menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan inovasi pupuk ramah lingkungan yang berorientasi pada pemulihan dan kesehatan tanah.


“Pertanian berkelanjutan dimulai dari tanah yang sehat. Kami ingin berkontribusi dalam membangun ekosistem pertanian yang tidak merusak, tetapi justru menghidupkan kembali napas bumi,” jelasnya.


Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan model pertanian yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan dan nilai-nilai syariah.


Menuju Pusat Pertanian Syariah Berbasis Santri, sebagai bagian dari visi jangka panjang, kedua belah pihak menyampaikan harapan untuk mewujudkan pusat pertanian syariah berbasis santri sebuah model pertanian terpadu yang menggabungkan nilai keislaman, ilmu pengetahuan, teknologi ramah lingkungan, dan kemandirian ekonomi umat.


Konsep ini diharapkan menjadi percontohan yang dapat direplikasi di berbagai pesantren dan komunitas pedesaan lainnya, sehingga kebangkitan pertanian nasional dapat dimulai dari institusi pendidikan Islam.


Acara berlangsung penuh semangat dan optimisme. Sinergi ini menjadi penanda bahwa pesantren bukan hanya benteng moral dan spiritual, tetapi juga lokomotif pembangunan ekonomi berbasis nilai.


Dengan ilmu sebagai cahaya dan iman sebagai fondasi, langkah kecil yang dimulai dari tanah pesantren ini diharapkan menjadi gerakan besar menghidupkan kembali napas bumi serta membangkitkan kedaulatan umat dari akarnya sendiri.(CMI/01)

Tutup komentar

Komentar

ads-before

========== kode iklan ==========

ads-inline/3

========== kode iklan ==========

ads-after

Baca Juga

3/random/4/baca-juga